Posts

Showing posts with the label Konservasi

2017 World Oceans Day Is Here!

Image
     World Oceans Day , atau Hari Laut Sedunia merupakan suatu hari yang didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran kita terhadap pentingnya keberadaan lautan dan segala hal yang dikandungnya. Hari Laut Sedunia yang diperingati tiap 8 Juni ini merupakan bentuk komunitas global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat luas terhadap tantangan terkini yang dialami oleh lautan kita. Event ini mengangkat tema yang berbeda - beda tiap tahunya dan dengan mengangkat isu - isu akan permasalahan yang sama - sama dihadapi oleh masyarakat global belakangan ini. Tahun ini, World Oceans Day mengangkat tema " Our Oceans, Our Future " atau disetarakan dengan "Laut Kita, Masa Depan Kita" dalam Bahasa Indonesia. Selain itu, kegiatan konservasi yang difokuskan tahun ini adalah bagaimana mengatasi masalah limbah sampah yang terbuang ke lautan yang memang belakangan ini menjadi perhatian khusus dari berbagai organisasi global yang concern terhadap permasalahan laut.

Jenis Ikan Hiu yang Dilindungi Oleh Pemerintah Indonesia

Image
Hiu Banteng, salah satu hiu yang dikenal mempunyai reputasi buruk -yourshot.nationalgeographic.com-      Mendengar kata "Ikan Hiu" mungkin terkesan menyeramkan bagi anda, mungkin yang terlintas di benak anda ketika mendengar kata tersebut adalah sesosok predator laut yang mematikan dengan gigi - giginya yang tajam. Mungkin itu pula yang dibayangkan oleh ikan - ikan kecil di samudera ketika melihat ikan ini berenang didekatnya. Namun siapa sangka, dibalik reputasinya yang terkesan buruk, ternyata hiu merupakan makhluk yang rentan dan terancam oleh kegiatan yang dilakukan oleh manusia di kawasan pesisir. Eksploitasi hiu secara langsung sudah marak terjadi di beberapa daerah karena permintaan pasar akan sirip ikan hiu juga cukup tinggi. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012, Indonesia mengekspor sebanyak 514.349 Kilogram sirip ikan hiu. Data itu pun hanya terbatas pada...

"Ucul - Ucul" Tukik di Pantai Taman Kili - Kili

Image
Pemandangan Pantai Taman Kili-Kili dengan tempat penetasan penyunya -SA -      Pantai Taman Kili - Kili memang belakangan ramai diperbincangkan orang karena kegiatan yang digalakkan oleh masyarakat sekitar pantai tersebut yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas). Pantai ini dikenal karena di pantai ini seringkali diadakan upacara "ucul - ucul" tukik.  Ucul - ucul sendiri adalah istilah Bahasa Jawa yang berasal dari kata Ucul  yang berarti "lepas", namun ketika dikatakan berulang artinya akan berubah menjadi "pelepasan". Sehingga upacara ucul - ucul disini bermakna pelepasan tukik atau anakan penyu kembali menuju habitat asalnya. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik wisata eksklusif yang tidak dapat dijumpai di sembarang pantai yang ada di Jawa Timur. 

Transplantasi Terumbu Karang : Sebuah Jalan untuk Melestarikan Keberadaan Terumbu Karang

Image
Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang - SA -      Mungkin telah jamak diceritakan bahwa terumbu karang telah membangun suatu ekosistem yang kompleks di dalam lingkungan perairan laut. Terumbu karang menyediakan rumah bagi jutaan spesies biota, baik itu hewan maupun tumbuhan. Namun belakangan ini, ekosistem yang digadang-gadang mempunyai kekayaan yang lebih besar dari hutan hujan ini mulai terganggu keberadaannya. Tercatat bahwa kebanyakan ekosistem terumbu karang sedang menghadapi berbagai permasalahan seperti penyakit, pencemaran, kenaikan suhu air laut, dan berbagai kerusakan lain yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik secara langsung maupun tak langsung. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia mulai menjadi kekhawatiran sebab semakin banyak manusia yang tinggal dan menggantungkan hidupnya kepada laut. Terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akan membutuhkan waktu selama beberapa dekade untuk memulihkan dirinya sendiri secara alami, itu pun apabila dalam...

Melirik Keberadaan Penyu di Indonesia

Image
-seaturtles.live.radicaldesigns.org-      Telah umum diketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah, sehingga seringkali disebut sebagai negara  megabiodiversity . Letak geografis Indonesia yang berada di jantung khatulistiwa membuat Indonesia memiliki iklim tropis yang mampu menopang berbagai ekosistem dengan segala keunikan yang dimilikinya, mulai dari hutan hujan, sabana tropis, hutan mangrove, hingga ekosistem bawah laut seperti padang lamun dan terumbu karang. Indonesia berada pada kawasan lintas benua, membuatnya berada pada jalur pertemuan dua kawasan biogeografi yang berbeda (Kawasan Oriental di Indonesia bagian Barat dan Kawasan Australia di Indonesia bagian Timur), dan juga berada pada kawasan lintas samudera (India dan Pasifik) membuat perairan Indonesia sebagai jalur migrasi dan tempat berkumpulnya biota laut seperti ikan pelagis, paus, dan penyu. 

Jenis Ikan di Indonesia yang Dilindungi

Image
-static.panoramio.com-       Sejatinya, pengertian ikan dalam Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 adalah segala jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya  berada di dalam lingkungan perairan. Dengan demikian, pengertian ikan menurut definisi tersebut juga meliputi  Mamalia, Reptilia, Anthozoa, Echinodermata, Amphibia, Mollusca, Coelenterata, Porifera, Crustacea, Algae dan biota perairan lainnya. Luasnya pengertian ikan tersebut menunjukkan bahwa perairan nasional mengandung kekayaan hayati dengan berjuta organisme yang membutuhkan penanganan dan perlindungan berkesinambungan, sehingga konservasi dan pengembangan potensi sumber daya ikan tetap terjaga dan terkontrol. Namun dalam artikel ini, fokus utama yang dibahas adalah sumber daya ikan dari Kelas Pisces yang dilindungi.