Posts

Showing posts with the label Avertebrata

Sotong Flamboyan : Si Kecil Jenius Nan Berbahaya

Image
Sotong flamboyan memiliki corak tubuh yang unik -img.designswan.com-      Mungkin dari sekian banyak jenis hewan lunak dari kelas Cephalopoda, hewan yang satu ini menarik untuk didiskusikan. Sotong flamboyan ( Metasepia pfefferi ) merupakan hewan dari keluarga sotong yang memiliki penampilan yang paling menarik, sehingga tak jarang hewan ini menjadi buruan para fotografer bawah air. Meskipun menemukan hewan ini di perairan bukanlah perkara mudah. Hewan yang ukuran dewasanya tidak lebih dari 8 centimeter ini memiliki beragam cara unik baik itu untuk mencari mangsa maupun untuk menghindari pemangsa. Metode adaptasinya yang dinamis mampu mengungkapkan bagaimana sebenarnya hewan ini lebih "jenius" apabila disejajarkan dengan hewan - hewan lainnya.

Karang Sarang Burung : Mampu Bangkit dari Kematian

Image
Karang Sarang Burung ( Seriatopora hystrix ) -www.aquaportail.com-      Sejatinya, karang adalah hewan yang terdiri atas koloni dari polip yang membentuk suatu struktur dan hidup di dalam perairan laut. Karang memiliki berbagai macam bentuk dan rupa, dimana karang yang beragam jenis tersebut membentuk suatu kumpulan komunitas yang seringkali kita sebut sebagai terumbu karang. Karang ternyata tidak hanya memiliki bentuk yang beragam, namun masing - masing jenis karang juga memiliki pola atau cara adaptasi yang berbeda untuk menyesuaikan diri terhadap ancaman yang mengganggu kehidupan karang tersebut. Tidak terkecuali karang yang satu ini, karang ini memiliki strategi yang terbilang 'di luar nalar' di dalam mengatasi tekanan yang dialami olehnya. Di dalam pasar komersil, karang ini dikenal dengan nama "Karang Sarang Burung".

Christmas Tree Worm : Membawa Suasana Natal di Dunia Bawah Laut

Image
Cacing Pohon Natal : Bentuknya tidak menyeramkan -bio1151.nicerweb.com-      Mungkin kata "cacing" bagi sebagian orang seringkali berkonotasi kepada seekor hewan yang mempunyai tubuh bulat gilik dan panjang, bahkan sebagian besar akan merasa jijik ketika mendengar kata tersebut. Namun siapa sangka bahwa biota laut yang kita bahas kali ini adalah cacing yang memiliki bentuk yang tidak biasa dan mampu menyingkirkan anggapan bahwa cacing adalah hewan yang menjijikkan atau kurang indah untuk dipandang ?. Christmas tree worm atau biasa disebut cacing pohon natal mungkin sekilas tidak akan nampak sebagai seekor cacing, karena fase hidupnya yang tidak bergerak bebas dan tubuhnya yang tidak berbentuk bulat gilik. Sehingga seringkali orang salah mengartikan hewan ini sebagai anemon.

"Whale Fall" : Ketika Kematian Satu Organisme Memberikan Kehidupan Bagi Organisme Lainnya

Image
Apa yang akan terjadi dengan bangkai paus ini ? -s.hswstatic.com-      Samudera adalah suatu tempat yang sangat luas dan masih menyimpan jutaan hal - hal yang mengejutkan di setiap sudutnya. Pernahkah anda mendengar kisah - kisah mitologi mengenai cumi - cumi raksasa ataupun hewan menyerupai ular besar yang seringkali diceritakan mendekati kapal - kapal pelaut ?. Awalnya kisah - kisah itu hanya dianggap sebagai tipuan atau imajinasi semata bagi sebagian besar manusia. Namun belakangan sekelompok manusia berhasil membawa "mitos" itu ke ranah ilmiah, dengan cumi -cumi sepanjang 4 meter dinaikkan dari dasar samudera, dan ditemukannya sejenis ikan sepanjang 7 meter yang kemudian disebut sebagai ikan Oarfish . Dari beberapa kisah memang jelas bahwa dasar samudera menyimpan rahasia yang belum banyak diketahui oleh manusia. Kali ini saya akan menarik suatu penjelasan singkat mengenai sesuatu yang ada di dasar samudera, yaitu sebuah ekosistem yang terbentuk dari suatu hal y...

Kepiting Tapal Kuda : Sisa Kehidupan Jaman Purbakala

Image
Kepiting Tapal Kuda sedang mendarat di pantai -cdn2.arkive.org-      Samudera seringkali memendam keanehan - keanehan yang belum sempat dipahami oleh sebagian besar umat manusia. Bahkan tidaklah berlebihan jika saya berkata bahwa lautan Indonesia itu sendiri juga menyimpan ribuan macam keanehan yang dapat mengejutkan siapa saja yang mengetahuinya. Setelah di kesempatan sebelumnya saya sempat membahas tentang penemuan ikan raja laut yang menggemparkan dunia, kini saya akan menjelaskan secara singkat tentang tetangga jauh ikan raja laut yang lebih umum ditemui di perairan Indonesia. Hewan yang juga berasal dari periode purbakala ini dikenal dengan nama "Kepiting tapal kuda".

Ketam Kenari : Si Perompak Pantai

Image
Gambaran ketam kenari dalam buku Kunstformen der Natur -commons.wikimedia.org-      Ketam kenari atau di beberapa daerah disebut juga dengan nama "Kepiting kelapa" adalah sejenis hewan yang masuk ke dalam kelompok hewan Arthropoda. Sehingga hewan ini memiliki kekerabatan dengan udang, lobster, kepiting, dan serangga. Meskipun disebut "Ketam", hewan ini bukan berasal dari kelompok ketam/kepiting, melainkan berasal dari kelompok kelomang (Hermit crab). Hewan ini dikenal sebagai arthropoda terbesar di dunia, dengan berat hingga 4 kilogram dan panjang badan 1 meter. Ketam kenari dalam Bahasa Inggris dikenal dengan nama Coconut crab  atau Robber crab.  Ketam kenari memiliki nama latin Birgus latro  dengan tingkatan taksonomis sebagai berikut ini :

Transplantasi Terumbu Karang : Sebuah Jalan untuk Melestarikan Keberadaan Terumbu Karang

Image
Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang - SA -      Mungkin telah jamak diceritakan bahwa terumbu karang telah membangun suatu ekosistem yang kompleks di dalam lingkungan perairan laut. Terumbu karang menyediakan rumah bagi jutaan spesies biota, baik itu hewan maupun tumbuhan. Namun belakangan ini, ekosistem yang digadang-gadang mempunyai kekayaan yang lebih besar dari hutan hujan ini mulai terganggu keberadaannya. Tercatat bahwa kebanyakan ekosistem terumbu karang sedang menghadapi berbagai permasalahan seperti penyakit, pencemaran, kenaikan suhu air laut, dan berbagai kerusakan lain yang disebabkan oleh aktivitas manusia baik secara langsung maupun tak langsung. Kerusakan yang disebabkan oleh manusia mulai menjadi kekhawatiran sebab semakin banyak manusia yang tinggal dan menggantungkan hidupnya kepada laut. Terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akan membutuhkan waktu selama beberapa dekade untuk memulihkan dirinya sendiri secara alami, itu pun apabila dalam...

Portuguese Man-of-Wars : Ternyata Bukan Ubur-ubur

Image
Portuguese Man-of-Wars -www.onelyfe.com-    Nǐ hǎo !     Pada kesempatan ini saya akan sedikit memberikan penjelasan mengenai "sesosok" makhluk penghuni lautan yang sangat menarik untuk dipelajari. Makhluk ini tergabung ke dalam Filum Cnidaria di dalam tingkatan taksonomi. Melihat sekilas saja, mungkin anda bisa dibuat percaya bahwa makhluk sekecil ini mampu memberikan sengatan yang dapat melukai manusia secara serius. Belum jelas apa sebutan makhluk ini di dalam Bahasa Indonesia, jadi di sepanjang tulisan berikut ini, saya akan memakai nama Inggris makhluk ini di dalam penjelasannya.

Laba-laba Laut : Menghuni Lingkungan Pasang-Surut

Image
Perambah Zona Intertidal -c2.staticflickr.com-      Mungkin anda akan dibuat heran dengan hewan yang satu ini. Laba - laba (Kelas : Arachnida), umumnya akan mendiami daerah hutan lebat, hidup di pepohonan maupun menggali liang di bawah tanah. Namun tidak dengan hewan yang satu ini. Laba - laba laut ( Desis martensi ) adalah satu - satunya anggota laba-laba yang hidup di lingkungan laut. Laba - laba ini hidup di zona - pasang surut (intertidal) yang berbatasan langsung dengan perairan laut. Hewan ini biasa ditemukan hidup di pantai yang berbatu, dan pantai yang memilii terumbu karang yang terekspos di kala air surut. Laba -laba yang disebut sebagai Marine Spider atau Intertidal Spider dalam Bahasa Inggris ini mempunyai klasifikasi taksonomi sebagai berikut : Biota >Animalia (Kingdom) > Arthropoda (Filum) > Chelicerata (Sub-filum) > Arachnida (Kelas) > Araneae (Ordo) > Desidae (Famili) > Desis  (Genus) > Desis martensi (Spesies)

Cumi, Sotong, dan Gurita : Satu Keluarga Beda Rupa

Image
 ¡Hola Amigos!   Kali ini saya akan sedikit share tentang pengalaman saya menjadi asisten pada mata kuliah Biologi Laut. Satu hal yang menarik adalah sebuah pembahasan tentang hewan yang tidak bertulang belakang yang sepintas terlihat sama, namun sebenarnya sama sekali berbeda, yaitu Cumi, Sotong, dan Gurita. Ketiga hewan ini secara taksonomis masuk ke dalam Filum Molluska, Famili Cephalopoda. Famili Cephalopoda sendiri terdiri dari kurang lebih 800 spesies, meliputi cumi, sotong, gurita, dan nautilus. Hewan dari famili ini mempunyai ukuran yang sangat beragam, mulai dari Idiosepius notoides  yang panjangnya hanya 2.5 cm, hingga Cumi Raksasa Mesonycoteuthis hamiltoni  yang panjangnya bisa mencapai 4 meter.